Rabu, 22 September 2010

Ajaran-ajaran Bidat Kristen Tentang Keselamatan

2 komentar
NOMIANISME

Nomianisme adalah bidat yang mula-mula muncul dalam sejarah gereja. Bidat ini menganut paham bahwa jika seseorang mau diselamatkan, khususnya orang kafir haruslah ia disunat, masuk agama Yahudi dan menerima hukum Taurat, dengan demikian barulah ia memperoleh keselamatan.

Orang-orang Nomianisme ini tidak menyangkal anugerah Tuhan, melainkan berpendapat bahwa seseorang setelah menerima anugerah ini, haruslah berpegang juga kepada perbuatan untuk memperoleh keselamatan. Oleh karena masalah ini, maka dalam sejarah untuk pertama kalinya gereja menyelenggarakan konferensi dengan mengambil tempat di Yerusalem. Kelihatan Sidang ini diketuai oleh Yakobus, saudaranya Tuhan dan para rasul sebagai penasehat. Di sini pula untuk pertama kalinya teolog-teolog Kristen mengadakan perdebatan tentang teologia Kristen.

Akhir dari konferensi tersebut, Petrus mengumumkan, "Hai saudara-saudara, kamu tahu bahwa telah sejak semula Allah memilih aku dari antara kamu, supaya dengan perantaraan mulutku bangsa-bangsa lain mendengarkan berita Injil dan menjadi percaya. Dan Allah, yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendakNya untuk menerima mereka, sebab Ia mengaruniakan Roh Kudus juga kepada mereka sama seperti kepada kita, dan Ia sama sekali tidak mengadakan perbedaan antara kita dengan mereka, sesudah Ia menyucikan hati mereka oleh iman. Kalau demikian, mengapa kamu mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk, yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri ? Sebaliknya, kita percaya bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga (Kis. 15:7b-11).

Pengumuman yang merupakan pernyataan ini dengan jelas menyatakan bahwa teolog-teolog aliran murni diantaranya Rasul Paulus memperoleh kemenangan gemilang, sehingga gereja diselamatkan dari ajaran sesat yang berbahaya ini. Dengan demikian, hasil konferensi memutuskan Nomianisme sebagai ajaran yang salah dan juga sekali lagi ditegaskan bahwa keselamatan manusia berdasarkan kasih karunia Allah dan iman.

Meskipun dalam pergumulan kali ini, teolog-teolog aliran Ortodoks memperoleh kemenangan, tetapi kegagalan ini tidak membuat bidat Nomianisme bertobat, melainkan mereka terus bergerak dan menyusup ke dalam gereja dengan tujuan merusak ajaran murni gereja. Tujuan Paulus menulis surat kepada Jemaat di Galatia adalah untuk melawan bidat Nomianisme. Sebab itu Paulus mengatakan, "Kamu tahu, bahwa tidak seorang pun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kami pun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorang pun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat." (Gal 2:16).


ASETISISME


Kira-kira hampir bersamaan dengan bangkitnya Nomianisme, di gereja Kolose mulai timbul satu bidat lain yang disebut Asetisisme. Bidat ini memegang paham bahwa keselamatan akan diperoleh, jika orang tersebut mau mengekang hawa-nafsu dan hidup dengan cara menyiksa diri. Mereka menetapkan peraturan-peraturan yang harus ditaati. Kemudian peraturan-peraturan ini menjadi standar atau ukuran untuk keselamatan. Dengan demikian bidat ini meremehkan karya keselamatan yang sudah terjadi di atas salib. Mereka tidak mengakui "DISELAMATKAN" dan "DIKUDUSKAN" merupakan "ANUGERAH".

Dalam suratnya kepada Jemaat di Kolose, Rasul Paulus dengan keras mengatakan, "Apabila kamu telah mati bersama-sama dengan Kristus dan bebas dari roh-roh dunia, mengapakah kamu menaklukkan dirimu pada rupa-rupa peraturan, seolah-olah kamu masih hidup di dunia: jangan jamah ini, jangan kecap itu, jangan sentuh ini; semuanya itu hanya mengenai barang yang binasa oleh pemakaian dan hanya menurut perintah-perintah dan ajaran-ajaran manusia. Peraturan-peraturan ini, walaupun nampaknya penuh hikmat dengan ibadah buatan sendiri, seperti merendahkan diri, menyiksa diri, tidak ada gunanya selain untuk memuaskan hidup duniawi." (Kol. 2:20-23).

Sebenarnya latar-belakang timbulnya Asetisisme berasal dari satu pikiran filsafat yang baru muncul pada waktu itu. Pikiran filsafat ini dikenal dengan sebutan Gnostisisme. Orang-orang Gnostik beranggapan bahwa materi itu jahat, sebab itu tidak mungkin Kristus mau menjelma sebagai manusia dan mempunyai tubuh materi; dan mereka juga beranggapan bahwa orang yang mau mendapat keselamatan harus melepaskan diri dari ikatan materi dan hidup dalam kesucian.


EBIONISME


Bidat ini timbul pada permulaan abad kedua, kira-kira pada tahun 107 M. Tokohnya adalah seorang pemimpin salah satu kelompok Yahudi Kristen yang bernama Ebion yang berarti "miskin" atau "rendah hati". Kelompok ini berkeyakinan bahwa orang diselamatkan harus berpegang pada hukum Taurat. Bidat ini sama dengan Nomianisme abad pertama, tetapi berbeda pandangan mengenai Yesus Kristus.


PELAGIANISME


Pelagius (360-415) adalah rahib Britania yang tinggal di Roma. Pada tahun 410, ia bersama muridnya pindah ke Afrika Utara. Jalan pikiran teologianya sebagai berikut : Ia menolak Alkitab adalah wahyu Allah. Menurutnya tiap orang dilahirkan tanpa cacat (dosa), keadaan manusia sama seperti keadaan Adam semasa di taman Eden. Dengan kata lain, ia tidak mengakui keberadaan akar dosa atau dosa keturunan. Menurutnya keberadaan dosa, bukan pada tabiat manusia, melainkan dalam kehendaknya. Setiap kali kehendak manusia bermaksud jahat, maka pada waktu itulah manusia jatuh dalam dosa. Dosa Adam tidak mempengaruhi keturunannya, melainkan hanya mempengaruhi dirinya sendiri, tetapi teladan dosa Adam dan Hawa dengan mudah ditiru oleh generasi berikutnya. Kematian manusia bukan karena upah dosa, melainkan karena manusia tidak takluk di bawah hukum alam. Keselamatan bukan karena anugerah, melainkan akibat perbuatan kebajikan atau amal.

Terhadap pemikiran Pelagius ini, para uskup Roma mempunyai dua pendapat yang berlawanan. Ada uskup yang menyokong dan ada yang tegas menolak pemikiran Pelagius. Meskipun kemudian pada tahun 417, uskup Roma Innosent I memutuskan bahwa ajaran Pelagius sebagai bidat, tapi uskup kemudian mencabut keputusan tersebut.

Para uskup yang berkedudukan di Afrika Utara dengan tegas menolak keputusan atau sikap uskup Roma yang membenarkan ajaran Pelagius tersebut. Di antara uskup Afrika Utara yang paling keras menentang ajaran Pelagius adalah uskup Hippo yang bernama Augustinus.

Augustinus mengemukakan bahwa Allah menciptakan manusia dengan sempurna dan memiliki kehendak bebas. Manusia boleh memilih untuk patuh pada Tuhan atau patuh pada keinginan dan kehendak diri sendiri. Adam dapat tidak berbuat dosa, tapi ia tidak menggunakan kemungkinan ini, melainkan menuruti kehendak diri sendiri dengan melanggar firman Allah, sehingga jatuh dalam dosa. Karena kejatuhan ini, Adam dikuasai oleh dosa. Persekutuannya dengan Allah terputus, pertolongan dan rahmat Allah terlepas darinya. Sebagai akibat, ia harus mati karena perbuatan yang dilakukan. Firman Tuhan dengan jelas mengatakan bahwa upah dosa ialah maut (Rom. 6:23a). Sekarang ia tidak mempunyai kemampuan untuk berbuat baik, melainkan apa yang dipikirkan dan dilakukan menjurus pada dosa. Menurut Augustinus, semua keturunan Adam berdosa juga (Rom. 5:12). Tubuh, jiwa dan Roh setiap manusia sudah diracuni oleh dosa yang menurun dari Adam. Setiap manusia disebut sebagai "Kaum Kebinasaan" yang tidak sanggup berbuat baik dan di bawah kutukan Allah dan akan menerima hukuman kekal. Tetapi karena rahmat dan kasih Allah, maka ia memilih sebagian manusia yang sudah ditentukan untuk mendapat anugerah keselamatan. Inilah permulaan pemikiran teologia "Predestinasi" (tujuan hidup dan akhir hidup manusia sudah ditentukan Allah sebelum manusia dilahirkan) yang kemudian dikembangkan oleh John Calvin.

Dalam persidangan pada tahun 431 di Efesus dengan resmi diputuskan bahwa ajaran Pelagius adalah sesat.


KATARINISME


Bidat Katarinisme memegang ajaran dualisme yang ekstrem. Mereka berpendapat bahwa di dunia ini terdapat dua kekuatan yang saling berlawanan satu dengan yang lain. Dua kekuatan ini adalah "kebajikan" dan "kejahatan".

Dua materi yang ada sekarang ini adalah hasil ciptaan si jahat. Roh dan jiwa yang berasal dari Allah yang baik, ditawan dan dipenjarakan di dalam dunia ini. Hal ini terjadi akibat jatuhnya Adam dan Hawa ke dalam dosa, sehingga dosa menurun pada anak cucunya (manusia).
Malaekat yang jatuh ke dalam dosa, menjadi iblis dan mempunyai tubuh yang berbentuk. Sebab itu, segala yang berbentuk (materi) adalah jahat. Tuhan Yesus pada hakekatnya bukan bersifat materi, melainkan digolongkan pada sifat kebajikan. Kedua kekuatan ini sering bertemu dan bertarung.

Manusia hanya dapat mengalahkan kejutan, takluk pada kebajikan, jika ia memiliki "hati yang suci" atau "Katari". Untuk memiliki "hati yang suci" atau "Katari" ini, maka seseorang perlu "bertobat". Yang dimaksud dengan "bertobat" adalah menerima konsep pemikiran "Katari". Yang dimaksud dengan konsep pemikiran "Katari" adalah pengekangan hawa-nafsu dan menerima "Sakramen Penghiburan" (sebangsa dengan baptisan kudus).

Mereka berkeyakinan bahwa sakramen ini dapat mengampuni dosa dan menolong manusia untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah. Upacara sakramen penghiburan ini, dipimpin oleh orang yang sudah menerima sakramen ini. Pelaksanaan dilakukan dengan menaruh sejilid kitab Injil Yohanes di atas kepala. Dengan melaksanakan upacara ini, secara langsung menyatakan bahwa mereka telah bersatu dengan tekad Yohanes pembaptis, yaitu mengekang hawa nafsu. Mereka juga berpendapat bahwa upacara yang dilaksanakan ini sesuai dengan ajaran para rasul.

Orang-orang yang telah menerima sakramen penghiburan ini, disebut "Umat yang Sempurna". Para tokoh bidat ini berpendapat bahwa orang yang meninggal sebelum menerima sakramen penghiburan ini akan menitis kembali. Dalam penitisan, orang ini mungkin menjadi binatang, manusia dan lain-lain. Penitisan ini akan terjadi berulang-ulang, sampai ia menerima sakramen penghiburan ini. Dengan kata lain, orang yang belum menjadi "Umat yang Sempurna" tidak akan masuk surga !


LIBERTINISME


Menurut pendapat mereka di tengah-tengah dunia ini, hanya ada satu roh, yaitu : Roh Allah ! Sebab itu, tidak ada malaikat yang baik ataupun yang jahat. Dan tentu juga tidak ada iblis maupun setan.

Menurut mereka, hakekat dosa itu tidak ada. Konsep dosa hanyalah semacam khayalan. Arti keselamatan adalah melepaskan diri dari khayalan dosa.


SOSIRNUSISME


Bidat Sosirnusisme menolak kebenaran pengampunan karya Kristus di atas kayu salib, karena mereka berpendapat bahwa pengorbanan orang benar untuk menggantikan orang bersalah, sangat tidak adil ! Kematian Yesus di kayu salib, hanyalah untuk menyatakan ketaatanNya kepada Allah dan untuk dijadikan sebagai teladan. Meskipun pengorbanan Yesus sangat besar, tapi bukan sebagai pengganti, melainkan kewajiban dan keharusan. Menurut mereka, jika kematian Yesus dapat dijadikan pengganti, maka manusia boleh tidak bertanggung-jawab lagi di bidang etika-moral dan mereka tidak perlu lagi menuntut kesucian, keadilan dan sebagainya. Mereka mengakui manusia telah jatuh dalam dosa dan akan menerima hukuman. Diakui pula bahwa manusia tidak dapat menyelamatkan diri sendiri. Untuk menolong manusia terhindar dari hukuman, maka Allah memberi Alkitab dan hidup Yesus sebagai teladan untuk ditaati, agar dapat menemukan dan memperoleh jalan menuju hidup yang kekal.


MORMON


Menurut orang-orang Mormon, Adam terpaksa berbuat dosa dengan makan buah pengetahuan baik dan jahat. Karena jika Adam tidak makan buah itu, maka ia tidak mungkin mengetahui hal yang baik dan jahat dan tidak mungkin pula ia mempunyai keturunan. Dengan demikian berarti ia tidak mentaati perintah Allah yang menghendaki manusia beranak-cucu untuk memenuhi bumi.

Perintah Allah yang terutama adalah beranak-cuculah dan perintah kedua adalah jangan makan buah terlarang. Adam demi mentaati perintah yang pertama, maka dengan terpaksa melanggar perintah yang kedua. Yang berbuat dosa, bukanlah Adam melainkan Hawa. Hal ini dikuatkan dengan pernyataan rasul Paulus dalam I Tim. 2:14 yang berbunyi, "lagi pula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa."

Menurut pendapat mereka, kematian Yesus tidak dapat menyelamatkan orang lain, melainkan hanya Adam saja. Keselamatan yang sesungguhnya hanya diperoleh melalui ketaatan pada peraturan-peraturan, sakramen-sakramen dari Mormon dan perbuatan baik. Baptisan yang dilaksanakan pendeta Mormon dapat menghapus dosa. Dengan kata lain, baptisan merupakan syarat mutlak untuk mendapat keselamatan. Mereka juga mengajarkan bahwa anggota Mormon ini dapat menggantikan sanak famili yang sudah meninggal untuk dibaptiskan dan ini berarti pula bahwa orang yang sudah meninggal masih mempunyai kesempatan untuk diselamatkan, asalkan ada orang yang hidup mau dibaptiskan untuk mereka.


SAKSI YEHOVA


Keselamatan yang terdapat di dalam Yesus Kristus tidak dapat memberi hidup yang kekal, melainkan hanya membuka kesempatan untuk masuk kerajaan seribu tahun. Di dalam kerajaan seribu tahun ini, membuka kesempatan untuk memperoleh hidup yang kekal. Kematian Yesus Kristus di atas kayu salib tidak dapat menebus dosa umat manusia, melainkan hanya menebus dosa Adam saja. Alasan mereka adalah bahwa tidak mungkin satu jiwa yang dikorbankan dapat menebus seluruh umat manusia, melainkan satu jiwa yang dikorbankan hanya dapat menebus satu jiwa.


CHRISTIAN SCIENCE


Allah itu baik adanya dan alam semesta berwujud roh, maka dosa itu tidak mempunyai realitas. Dengan kata lain, dosa itu sebenarnya tidak ada. Sekarang manusia mempunyai perasaan akan keberadaan dosa disebabkan khayalan yang berasal dari rasa bersalah. Cara untuk menghilangkan perasaan tersebut dengan menyadari bahwa dosa tersebut tidak ada.

Darah Yesus yang dialirkan di bukit Golgota, meskipun terus mengalir sampai sekarang itu tidak mempunyai sangkut-paut dengan dosa manusia. Biar bagaimana besar dan hebatnya pengorbanan diri Yesus Kristus, tidak mungkin dapat membayar lunas hutang dosa manusia. Arti sebenarnya Yesus disalibkan adalah lambang pernyataan kasih allah terhadap manusia. Allah mempergunakan akal pikiranNya menciptakan segala sesuatu dan akal pikiran Allah itu baik adanya, maka segala sesuatu yang diciptakan tentu baik juga. Sebab itu doktrin untuk dilahirkan kembali itu tidak perlu dan tidak usah ada.


ARMSTRONGISME


Mereka tidak menyangkal perlunya kita percaya kepada Yesus Kristus, tapi untuk mendapat keselamatan tidak cukup dengan percaya kepada Yesus Kristus, melainkan juga bersandar pada ketaatan terhadap hukum dan tata ibadah yang terdapat dalam Perjanjian Lama. Pengajaran tentang keselamatan dari Armstrong, sama dengan doktrin dari bidat Nomianisme dan Assentisisme yang menambahkan keselamatan yang berdasarkan anugerah dan iman dengan perbuatan.


CHRISTIAN-UNITISME


Mereka menyangkal eksistensi dosa. Mereka berpandangan bahwa dosa itu hanyalah "Ketidakharmonisan dalam iman percaya" atau hanya "Konsep pemikiran" saja. Mereka menyatakan bahwa dalam dunia ini tidak ada dosa, tidak ada penyakit dan tidak ada kematian. Menurut mereka penebusan ayng dimaksud dalam Alkitab adalah persekutuan orang-orang di dalam Kristus dan Allah Bapa. Dengan kata lain, "penebusan" hanyalah keharmonisan antara pemikiran manusia dengan pemikiran Allah melalui Yesus Kristus.


LIBERALISME/MODERNISME


Manusia hanya merupakan sebagian dari proses evolusi, tetapi tidak mempunyai kehendak bebas. Manusia tidak pernah jatuh dalam dosa. Bukan saja tidak pernah berdosa, bahkan manusia makin hari makin maju dan akan mencapai kesempurnaan. Kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh manusia, disebabkan oleh faktor situasi dan sosial. Jika faktor-faktor ini diperbaiki, secara otomatis manusia akan menjadi baik. Mereka sangat menitik beratkan perombakan-perombakan radikal di kalangan masyarakat. Karena sikapnya ini, maka gerakan mereka disebut gerakan "Social Gospel". Teori Evolusi Darwin sangat mempengaruhi, sehingga mereka berpandangan bahwa manusia berasal dari binatang, melalui proses evolusi akan mencapai kemajuan-kemajuan.

Menurut mereka, manusia harus berbuat baik, berbuat amal, karena perbuatan ini akan mempengaruhi keselamatan. Cerita tragis tentang Yesus mati disalib, tidak dapat diterima. Karena cerita ini berasal dari pengaruh tahyul abad pertengahan. Injil keselamatan dengan darah sudah ketinggalan jaman. Neraka itu tidak ada. Allah yang Mahakasih, tidak mungkin menghukum atau membinasakan makhluk ciptaanNya. Dengan demikian, pengajaran tentang penghakiman bagi mereka hanyalah isapan jempol saja.


UNIFICATION CHURCH


Dengan cara memberi dan menerima (persetubuhan) antara unsur negatif dan positif, Allah menciptakan manusia. Setelah itu dengan cara yang sama, Allah menyalurkan darah ilahi ke tubuh Hawa. Dengan cara yang sama juga Hawa menyalurkan darah ilahi ke tubuh Adam, sehingga mereka menjadi anak-anak Allah dan melahirkan keturunan anak-anak yang baik dan benar. Komandan malaekat (iblis) tidak tahan terhadap godaan Hawa yang seksi itu, sehingga mengadakan hubungan gelap (berzinah), sebagai akibatnya maka tersalurlah darah yang amoral (dosa) itu, sehingga menajiskan roh manusia. Kemudian dengan persetubuhan Hawa dan Adam (dianggap zinah juga), mengakibatkan kenajisan pada tubuh manusia. Dengan kenajisan roh dan tubuh, maka manusia mendapat keturunan yang jahat dan darah yang najis tersebut terus tersalur pada generasi berikutnya, sehingga bumi ini dipengaruhi oleh anak-anak iblis dan dunia ini di bawah kekuasaan iblis.

Untuk mengembalikan (memulihkan) keadaan yang tidak baik ini, maka pada dua ribu tahun yang lampau, Allah memilih seorang yang mengetahui isi hatiNya, yaitu : Yesus Kristus untuk melaksanakan pekerjaan "Pemulihan" keadaan manusia seperti semula. Dalam melaksanakan tugas ini, Yesus hanya melaksanakan sebagian saja. Menurut dasar keselamatan, yaitu harus dengan cara bersetubuh menyalurkan darah ilahi tersebut kepada orang lain. Yesus Kristus, selama di dunia ini tidak menikah, sehingga gagal menyalurkan darah ilahi tersebut. Karena kegagalan itu, maka Yesus mengakhiri hidupNya di Golgota. Moon (pendiri Unification Church) mengatakan, "Jesus failed in His Christly mission. His death on the cross was not an essential part of God’s plan for redeeming sinful man." (Yesus gagal dalam misi kekristenanNya. KematianNya di atas salib bukan bagian penting dari rencana Allah bagi penebusan orang berdosa). Lebih lanjut ia mengatakan, "The ministry of Christ, however, was not a total failure for He did accomplish a "spiritual" salvation at the cross of Calvary, but He failed in achieving a "physical salvation" for mankind." (Pekerjaan Yesus bukan gagal total, karena di Kalvari Ia disalibkan telah melakukan keselamatan bagi "spiritual" manusia, tapi gagal menyelamatkan tubuh jasmani manusia).

Oleh karena kegagalan Yesus Kristus menyelamatkan tubuh manusia, maka pada akhir jaman ini, Allah memilih Sung Myung Moon untuk mengerjakan keselamatan yang belum selesai, yaitu keselamatan tubuh manusia. Cara menyelamatkan tubuh manusia adalah sebagai berikut : Dengan perkawinan Moon dengan istri mudanya yang bernama Hak Ja Han pada tanggal 1 Maret 1960 sebagai "The Marriage of the Lamb" (pernikahan domba). Sejak itu, Moon menetapkan dirinya sebagai "Father of the universe" (bapak universal) dan istrinya sebagai "Mother of the universe" (ibu universal). Melalui hubungan seksual antara ibu dan bapak universal dengan anggotanya, maka mulailah pekerjaan penyaluran darah ilahi tersebut, sehingga dapat "memulihkan" manusia kepada keadaan semula, yaitu menjadi anak-anak Allah. Dengan kata lain, dengan cara bersetubuh, tubuh jasmani manusia diselamatkan ! Dengan demikian, maka lengkaplah keselamatan manusia, yaitu: roh, jiwa, dan tubuh.


CHILDREN OF GOD


Mereka menyamakan kebenaran keselamatan di atas kayu salib dengan hubungan seksual. Allah memberikan Putra TunggalNya untuk menyelamatkan manusia, demikian juga kita harus memberikan pacar/istri untuk digauli asal dapat menarik orang untuk percaya. Arti keselamatan menurut mereka adalah kebebasan dari kutuk pakaian dan rasa malu bertelanjang. Dengan melampiaskan nafsu seksual untuk mencapai penyerahan roh yang total kepada Allah.


THE WAY INTERNASIONAL


Wierwille (pendiri ajaran ini) percaya keselamatan bukan hanya percaya kepada Yesus dan juga dengan bahasa roh. Ia mengatakan, "... the only visible and audible proof that a man has been born again and filled with the gift from the Holy Spirit is always that he speaks in a tongue or tongues". (Bukti nyata dan jelas seseorang dilahirkan kembali dan penuh dengan karunia Roh Kudus, apabila ia selalu berbahasa roh atau berbahasa-bahasa roh). Ia membedakan berdosa dalam roh dan berdosa dalam tubuh dan jiwa. Menurutnya, orang Kristen tidak bisa berbuat dosa dalam roh dan hanya bisa berdosa dalam jiwa dan tubuh saja. Baginya berdosa dalam jiwa dan tubuh bukan masalah, hal tersebut dianggap biasa yang tidak akan mempengaruhi keselamatan itu.




Sumber :
Buku Bidat Kristen dari Masa ke Masa, Pdt. Paulus Daun, M.div., Th. M.

2 komentar:

Christy Sefilira says:
4 Oktober 2015 18.00

terimakasih, sangat menambah pengetahuan bagi orang yang belum memahami sepenuhnya. supaya orang tidak mudah disesatkan. Tuhan memberkati.

Christy Sefilira says:
4 Oktober 2015 18.01

terimakasih, sangat menambah pengetahuan bagi orang yang belum memahami sepenuhnya. supaya orang tidak mudah disesatkan. Tuhan memberkati.

Poskan Komentar