Rabu, 22 September 2010

Apakah bidat itu ?

0 komentar

Apakah bidat itu ?

Bidat adalah suatu pemutarbalikan, suatu distorsi (penyimpangan) atas agama Kristen yang alkitabiah dan/atau suatu penolakan terhadap ajaran-ajaran historis  gereja Kristen.
Tuhan Yesus dan Rasul Paulus memperingatkan bahwa akan datang kristus-kristus palsu dan injil palsu yang akan mencoba mengelabui jemaat/gereja yang benar dan dunia (lihat Mat.24: 23-26) sebagai berikut:
Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat Mesias ada disini, atau Mesias ada disana, jangan kamu percaya. Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga. Camkanlah, Aku sudah mengatakannya terlebih dahulu kepadamu. Jadi apabila orang berkata kepadamu: Lihat, Ia ada di padang gurun, janganlah kamu pergi ke situ; atau: Lihat, Ia ada di dalam bilik, janganlah kamu percaya (Bandingkan Mrk. 13: 21-23).
Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus. Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang. Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran…(II Kor. 11: 13-15).
Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu Injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia. … Jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia (Gal. 1: 8-9).

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Bidah (Referensi dari penerjemah) adalah:
perbuatan yang dikerjakan tidak menurut contoh-contoh yang sudah ditetapkan, termasuk menambah atau mengurangi ketetapan; …

Walter Martin memberikan sebuah definisi yang bagus tentang bidat ketika menyatakan:
Kalau begitu, sebuah bidat, adalah sekelompok orang yang mempertentangkan sekitar interpretasi (penafsiran) seseorang atas Alkitab dan bercirikan penyimpangan-penyimpangan besar dari agama Kristen ortodoks sehubungan dengan doktrin-doktrin pokok iman Kristen, khususnya tentang fakta bahwa Tuhan menjadi manusia di dalam Yesus Kristus  (Walter Martin, The Rise of the Cults, hal. 12).

Mengapa Bidat Bisa Berhasil Dengan Baik?
Kita hidup pada masa dimana bidat-bidat menunjukkan pertumbuhan yang sangat cepat. Misalnya:

Jemaat  Mormon telah berkembang dari 30 anggota pada tahun 1830 menjadi lebih dari 4.000.000 pada April 1978, dan tingkat pertumbuhannya adalah suatu fenomena religius. Pada 1900 jumlah gerejanya 268.331; pada 1910: 393.437; 1920: 526.032; 1930: 672.488; 1940: 862.664; 1950: 1.111.314; 1960: 1.693.180; 1962: 1.965.786; 1964: 2.000.000 lebih anggota; dan pada 1976 proyeksi mereka untuk tahun 2000 adalah lebih dari 8.000.000 anggota (Walter Martin, The Maze of Mormonism, hal. 16).
Kita percaya ada beberapa alasan mendasar orang-orang bergabung dalam bidat-bidat dan mengapa mereka bisa berhasil dengan baik.
Bidat-bidat Memberikan Jawaban
Sebuah alasan utama bidat-bidat bisa maju adalah bahwa di dalam sebuah dunia yang tidak pasti, mereka memberikan jawaban otoritatif  atas pertanyaan dasar manusia: Siapa saya? Mengapa saya disini? Kemana saya akan pergi?
Max Gunther, seorang penulis, menggambarkan seorang wanita muda yang dalam keadaan menyedihkan, hal yang umum terjadi dalam generasi kita. “Saya pikir akan menjadi seorang jururawat, tetapi saya tidak yakin. Saya pikir agama Kristen sangat berarti bagi saya, tetapi saya juga tidak yakin akan hal itu. Rasanya saya harus menemukan seseorang yang dapat memberikan saya jawaban pasti : ya atau tidak, seseorang yang mempunyai jawaban pasti dan dapat menyakinkan saya” (Today’s Health, Februari 1976, hal. 16).
Sayang sekali, wanita muda ini akhirnya bergabung dengan sebuah bidat yang menjanjikan jawaban baginya. Ia mengatakan demikian, ”Saya berulang kali menanyakan mereka dan mereka selalu tahu jawabannya – maksud saya, mereka benar-benar tahu apa yang saya tanyakan.” Sebab itulah bidat-bidat menawarkan kepastian dan jawaban-jawaban mudah kepada mereka yang mengalami kekecewaan dengan kenyataan hidup mereka.
Bidat-bidat Memenuhi Kebutuhan Manusia
Bidat-bidat juga dapat maju karena mereka menarik kebutuhan dasar manusia. Kita semua ingin dikasihi, merasa dibutuhkan, merasa bahwa hidup kita ada tujuan dan maknanya. Orang-orang yang mengalami krisis identitas atau yang mempunyai permasalahan emosional secara khusus rentan dengan bidat-bidat. Dalam kesulitan-kesulitan demikian, banyak bidat menawarkan suatu perasaan yang dapat diterima dan petunjuk kepada orang-orang yang tidak menaruh curiga itu.
Selanjutnya, kita semua mempunyai suatu keinginan dasar untuk mengetahui dan melayani Tuhan. Dalam hal ini bidat mengambil kesempatan dengan menawarkan suatu solusi yang siap-pakai, tetapi yang pada akhirnya mengecewakan. Kebanyakan bidat mengajar para pengikutnya apa yang harus dipercayai, bagaimana berperilaku, dan apa yang harus dipikirkan, dan menekankan ketergantungan pada kelompok atau pemimpinnya demi stabilitas emosional mereka. Passantino memberikan contoh akan hal ini sebagai berikut:  
Seseorang yang bergabung dengan suatu bidat biasanya bukan karena mereka telah melakukan suatu analisis mendalam atas agama-agama dunia dan memutuskan bahwa suatu bidat tertentulah yang menjadi perwujudan  theologi terbaik yang ada. Sebaliknya, seseorang biasanya masuk sebuah bidat karena ia mempunyai permasalahan yang susah dipecahkan, bidat menjanjikan pemecahan masalahnya.Permasalahan tersebut biasanya adalah hal emosional.
Kami berbicara dengan pria muda yang baru saja keluar dari angkatan bersenjata, tetapi selama seminggu belum juga dibebastugaskan, dan ia telah bergabung dengan Children of God (the Family of Love) serta  menyumbangkan US $ 100. Ia mengatakan bahwa ia kesepian, ingin melayani Tuhan, dan tidak tahu harus kemana dan harus melakukan apa. The Family of God menggunakan kesepiannya, memenuhinya dengan kasih dan perhatian, dan hampir memperoleh kesetiaan sejatinya.
Untunglah ibunya memanggil kami dan kami berbicara dengannya, dan kira-kira satu jam ia melihat betapa sesatnya bidat itu dan memutuskan tidak bergabung. Kami mendesaknya untuk bergabung dengan suatu kelompok belajar Alkitab kecil yang baik dan melibatkan diri dalam sebuah gereja yang teguh. Tanpa dasar Kristen yang baik dan hubungan yang dekat dengan orang Kristen lainnya, ia tetap akan menjadi calon sasaran bidat (Robert dan Gretchen Passantino, Answers to the Cultist  at Your Door, Harvest House, Eugene, Oregon, 1981, hal. 22-23).

Bidat-bidat Menciptakan Kesan yang Menyenangkan
Bidat-bidat dapat berhasil karena orang-orang Kristen kadang-kadang gagal memberikan pengaruh  vital kepada dunia. Pierre Berton mencatat dengan tajam:

Virus yang telah melemahkan gereja selama lebih dari satu generasi bukanlah virus dari hasrat anti-agama, tetapi karena kekurangan yang amat sangat … Gereja dalam menghadapi para lawannya telah menjadi seperti orang-orangan sawah, sama sekali tidak berwibawa …Kebanyakan pelayan Tuhan hampir tidak dihargai lagi perkataannya, pendapatnya, perbuatannya, atau cara hidupnya oleh orang-orang ‘Kristen KTP’ dan orang non-Kristen yang membentuk masyarakat (Pierre Berton, The Comfortable Pew, Philadelphia: J.B. Lippincott, 1965, hal. 15-16).
Jika gereja gagal memberikan kehangatan rohani dan suatu eksposisi kebenaran Firman Tuhan dengan seksama dan teliti, mereka yang mempunyai kebutuhan rohani akan mencari jalan mudah lain untuk memenuhi kebutuhan itu. Banyak bidat menyambar orang-orang yang tidak tahu itu, dan mencoba mengesankan orang-orang yang tidak mempunyai informasi itu dengan keilmiahan palsu.
Sebuah contoh adalah pemimpin “The Way International,” Victor Paul Wierwille, yang mengutip banyak sekali sumber dari Ibrani dan Yunani sebagai usaha untuk memberi kesan keilmiahan.
Orang-orang Saksi Yehovah yang datang ke rumah-rumah juga ingin memberikan suatu kesan serupa tentang keilmiahan itu. Untuk melawan semua ini, orang percaya harus memahami apa yang dipercayainya dan mengapa ia mempercayainya sehingga ia dapat mengungkap ajaran-ajaran bidat-bidat itu.
Banyak orang yang terlibat di dalam bidat dibesarkan di gereja-gereja Kristen tetapi tidak diajarkan doktrin dasar Kristen, sehingga mereka diseret oleh para bidat itu. Chris Elkins, seorang bekas anggota Unification Church “Moonies”, mengungkapkan:
Dalam kebanyakan bidat, sekelompok  mayoritas anggota meninggalkan jalur pokoknya, yaitu gereja denominasinya. Barangkali usaha gereja untuk menjelaskan mengapa  para  anggotanya  keluar dan bergabung dengan bidat adalah dengan mudah mengatakan bahwa mereka mengalami ‘cuci-otak’ (‘brainwashing’).
Saya berpendirian bahwa sebenarnya ‘brainwashing’ bukanlah permasalahannya. Dalam banyak kasus sulit  kita  memisahkan unsur tertentu  didalam metodologi bidat yang tidak muncul sebagai bentuk tertentu seperti ada dalam gereja-gereja umumnya. Bagi orang Kristen, masalah utama dengan bidat adalah masalah theologi
Di antara kita banyak yang sudah menerima Kristus pada usia muda. Kita memiliki pemahaman seperti seorang anak tentang Yesus, Alkitab dan keselamatan.
Ini tidak menjadi masalah bagi anak-anak dan orang Kristen baru. Tetapi banyak di antara kita, orang-orang Kristen lama, masih seperti bayi-bayi secara rohani. Kita belum belajar untuk makan sendiri, sangat kekurangan dari siapapun (Christian Life, Agustus 1980).
Share and Enjoy:

0 komentar:

Poskan Komentar