Rabu, 22 September 2010

lima langkah ke sorga

0 komentar
Langkah Pertama:
Mengakui bahwa Allah adalah Pencipta Langit dan Bumi beserta segala isinya. Alam semesta yang sangat kompleks dan serasi, terutama manusia yang berakal budi, tidak mungkin jadi secara kebetulan yang didahului sebuah ledakan dan dilanjutkan dengan berevolusi.
Firman Tuhan Berkata:
Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
Kitab Kejadian 1:1
Allah menciptakan makhluk berakal budi yaitu malaikat dan manusia. Sebagian malaikat menentangNya dan kepada mereka diberikan nama lain, yaitu iblis, dan akan dihukum di neraka.
Kalau kita percaya adanya Surga dan Neraka, maka tentu kita juga percaya adanya Allah yang tinggal di Surga serta iblis yang akan dihukum di Neraka. Setiap orang yang tidak percaya adanya Allah tidak mungkin bisa masuk Surga karena Allah tidak mungkin mengijinkan orang yang tidak percaya kepadaNya untuk pergi ke tempatNya.
Iblis sangat sukses mempengaruhi manusia. Terbukti hampir semua manusia percaya akan keberadaan iblis dan bahkan banyak yang takut kepadanya, sebaliknya mereka malah mengatakan tidak ada Allah. Mereka tidak sempat berpikir bahwa kalau tidak ada Allah maka tidak ada iblis, bahkan alam semesta pun tidak ada. Tentu jauh lebih logis untuk percaya bahwa anda yang berakal budi diciptakan oleh Allah yang berhikmat daripada berevolusi yang berawal dari sebuah ledakan atau berubah dari monyet yang mungkin pernah anda piara.
Anda percaya ada Allah? [ ] ya atau [ ] tidak
Kalau percaya, mari kita lanjutkan ke langkah kedua
Langkah Kedua:
Mengakui bahwa anda adalah orang berdosa. Sesudah malaikat menentang Allah, kemudian ia mempengaruhi manusia agar juga menentang Allah. Dengan sikap yang sangat jahat sepasang manusia pertama yang diciptakan mengikuti jejak malaikat yang jahat (iblis).
Sikap mereka itu telah menyebabkan Allah mengusir mereka. Seterusnya mereka melakukan semakin banyak hal yang jahat terhadap Allah, antara lain mengatakan bahwa Allah tidak ada, dan mereka hidup mengabaikan Pencipta mereka. Akhirnya terbentuklah sifat-sifat yang semakin jahat.
Firman Tuhan Berkata:
http://www.semarang-ministry.org.dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata.
Kitab Kejadian 6:5
Seterusnya setiap manusia yang lahir dari sepasang manusia tersebut mewarisi sifat nenek moyangnya, yaitu menyukai kejahatan.
Ketika seorang bayi dilahirkan ia telah memiliki sifat jahat yang mendorongnya melakukan kejahatan. Itulah sebabnya tanpa perlu belajar tiap-tiap manusia bisa melakukan kejahatan. Sifat hati yang cenderung berdosa. Dari kecil hingga dewasa manusia senantiasa melakukan dosa baik di saat belum sadar maupun sesudah akil-balik. Ada yang mencuri uang Rp.50.- dan ada yangmerampok uang Rp.50 miliar. Masalahnya bukan pada jumlahnya, melainkan sifat perbuatannya.
Firman Tuhan Berkata:
Tidak ada yang benar, seorangpun tidak.
Surat Roma 3:10
Anda Seorang Berdosa? [ ] ya atau [ ] tidak
Kalau anda mengaku ya, mari kita lanjutkan ke langkah ketiga
Langkah Ketiga:
Memahami cara menyelesaikan masalah dosa. Dosa manusia telah mengakibatkan manusia tidak bisa kembali ke Surga yang maha kudus. Sifat hati manusia yang cederung berbuat dosa menyebabkan ia tidak layak kembali ke Surga. Manusia memerlukan hati yang baru, yaitu yang tidak memiliki sifat dosa, jika ia ingin kembali ke Surga.
Manusia bukan hanya memerlukan hati yang kudus, bahkan perbuatan yang telah dihasilkan oleh hati yang jahat itu perlu dibereskan. Tentu bukan dibereskan dengan rituil ibadah, amal, dan puasa. Perbuatan jahat (dosa) itu hanya dapat dibereskan dengan penghukuman.
Semua pemerintah di dunia tahu bahwa kalau seseorang melanggar hukum maka orang itu harus dihukum, bukan disuruh bertapa, berpuasa, beramal, apalagi menyelenggarakan rituil ibadah. Menurut akal sehat dan Alkitab, dosa hanya dapat dibereskan dengan penghukuman.
Karena dosa hanya dapat diselesaikan dengan penghukuman, maka untuk menyelamatkan manusia yang telah jatuh ke dalam dosa, Allah segera menjanjikan JURUSELAMAT. Nama YESUS artinya adalah Juruselamat. Allah akan menjatuhkan hukuman kepada Sang Juruselamat yang tidak berdosa sebagai ganti orang berdosa. Dan setiap orang yang setuju bahwa dosanya ditanggung Sang Juruselamat, dosanya akan dihitung Allah telah terhukumkan atau telah terselesaikan.
Sebelum Sang Juruselamat tiba, Allah menyuruh manusia yang percaya pada janjiNya untuk melakukan ibadah simbolik yang mensimbolkan Sang Juruselamat dan proses penggantian penerimaan hukuman yang akan dilakukanNya, dengan menaruh seekor anak domba di atas mezbah dan menyembelihnya. Domba menggambarkan Sang Juruselamat, dan penyembelihannya menggambarkan penghukuman yang akan dijatuhkan pada Sang Juruselamat. Ibadah domba korban.
Menyembelih domba sebagai korban adalah ibadah yang Allah perintahkan sejak Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa. Ibadah ini diperintahkan untuk menggambarkan cara penyelamatan yang direncanakan Allah. Adam & Hawa melakukan dan mengajarkan kepada anak-anak mereka sehingga Habel melakukannya dengan tepat.
Selanjutnya Allah memerintahkan Musa melestarikan ibadah ini pada setiap hari Paskah hingga Juruselamat yang dijanjikan atau disimbolkan tiba. Siapakah Juruselamat yang disimbolkan itu? Allah menuliskan tanda-tanda untuk mengenalNya dalam kitab Perjanjian Lama (PL).
Kitab PL ditulis dari 1500 tahun hingga 400 tahun Sebelum Masehi. Allah menuliskan sekitar 300 tanda agar manusia tidak salah mengenalNya, antara lain; dilahirkan oleh perempuan perawan (Yes.7:14), lahir di Betlehem (Mi.5:1), memasuki Yerusalem menunggang keledai (Zak.9:9) dan lain sebagainya. Dalam sejarah manusia dari Adam hingga saat ini tidak ada seorang pun yang menggenapi semua tanda yang tertulis selain Yesus yang dilahirkan di kota Betlehem dan dibesarkan di Nazaret.
Allah mengutus Yesus dan membiarkanNya disalibkan sebagaimana seekor domba dikorbankan. Ia menanggung dosa semua manusia agar manusia berdosa bisa diselamatkan dari penghukuman. Tanpa penghukuman Yesus di kayu salib dosa manusia tidak terselesaikan.
Firman Tuhan Berkata:
Dia (Yesus) yang tidak mengenal dosa telah dibuatNya (Allah) menjadi dosa karena kita, supaya kita dibenarkan oleh Allah
(II Kor.5: 21)
Yesus tersalib di kayu salib untuk menanggung dosa dunia, tentu juga termasuk dosa anda. Ia sengaja datang untuk menggantikan anda menanggung dosa.
Firman Tuhan Berkata:
Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran
(I Pet.2:24)
Hanya ada satu cara menyelesaikan dosa, yaitu dihukum. Setuju?
Kalau anda setuju, mari kita lanjutkan ke langkah keempat
Langkah Keempat:
Mengenal Lingkup Anugerah Yesus Kristus. Ketika Yohanes Pembaptis melihat Yesus, ia berkata: Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia (Yoh.1:29). Yesus diutus Allah ke dalam dunia untuk menanggung dosa semua manusia (Ibr.2:9). Posisinya persis seperti domba korban yang disembelih demi menggantikan manusia yang berdosa. Ini menunjukkan kasih Allah yang amat besar. Sesungguhnya masalah yang dihadapi manusia itu bukan lagi kejatuhannya ke dalam dosa karena jalan keselamatan dari Allah telah tersedia. Ketika Ia hampir menyerahkan RohNya, Ia berseru, “sudah selesai!” Tentu maksudnya jalan keselamatan bagi manusia sudah selesai. Yesus telah menyelesaikannya dengan menanggung hukuman dosa manusia di kayu salib. Kemudian Ia bangkit untuk membela orang yang percaya kepadaNya di hadapan Allah. Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuhNya di kayu salib,http://www.semarang-ministry.org. (I Pet.2:24)
Karena penghukuman atas Yesus adalah penghukuman atas dosa seisi dunia, atau dosa semua orang (dari Adam hingga manusia terakhir), maka bayi yang belum berdosa secara perbuatan, melainkan hanya berdosa dalam posisi dan sifat hati, tentu sudah secara otomatis terselesaikan. Demikian juga dengan orang yang sakit jiwa sejak belum akil balik, atau mereka yang lahir dalam keadaan cacat mental. Mereka pasti masuk Surga.
Tetapi bagi kita yang bertumbuh dewasa dan melakukan dosa dengan kesadaran kita, maka syarat untuk masuk kedalam lingkup penanggungan Yesus, atau disebut lingkup anugerah Yesus ialah bertobat dan percaya kepadaNya dengan segenap hati. Bertobat artinya merasa bersalah dan menyesali dosa yang telah kita lakukan serta bertekad tidak mengulanginya lagi. Dan percaya artinya menyetujui atau mengaminkan penghukuman Yesus di kayu salib sebagai pengganti kita. Seharusnya kitalah yang disalibkan, tetapi Yesus telah menggantikan kita menerima hukuman kita. Jadi melihat serta mengaminkan bahwa Yesus telah menggantikan kita dihukumkan, dan sekarang kita sedang menggantikan Yesus hidup. Hidup kita sekarang ini bukan milik kita melainkan milik Yesus. Dan sejak kita bertobat dan percaya, maka kita berusaha hidup menurut Alkitab karena itu adalah petunjuk Yesus bagi orang yang sedang menghidupi kehidupan milikNya.
Kapan saja orang yang telah bertobat dan percaya dengan segenap hati mati, PASTI akan masuk surga, karena seluruh dosanya, dari lahir hingga yang terakhir akan dibuatnya, telah ditanggung Yesus di kayu salib. Jika ia jatuh ke dalam dosa (tanpa direncanakan), dosa tersebut telah ditanggung Yesus di kayu salib. Yesus memerintahkan muridNya yang jatuh lagi untuk mengaku dosa dan bangkit lagi untuk bertekad tidak mengulanginya lagi. Setiap murid yang telah bertobat dan percaya jatuh ke dalam dosa pasti akan merasa bersalah kepada Yesus, dan jika tidak maka itu tanda bahwa ia belum bertobat dan percaya.
Orang yang telah bertobat dan percaya hidup bersukacita dan tahu bahwa ia harus mematuhi perintah Yesus di dalam Alkitab. Ia tahu bahwa ia melakukan itu karena ia telah diselamatkan bukan agar diselamatkan. Ia juga akan mencari gereja untuk menggabungkan diri karena ia tahu bahwa membentuk jemaat adalah kehendak Juruselamatnya. Ia akan giat berbuat baik kepada siapa saja bukan agar bisa masuk surga, melainkan karena sudah pasti masuk sorga. Ia akan berusaha menjalankan hidup dengan sebaik-baiknya, atau semanis-manisnya karena ia murid Yesus yang pasti masuk sorga.
Tahukah anda bahwa Yesus Telah menanggung dosa anda? Anda harus menentukan sikap terhadapNya.
Langkah Kelima:
Mengambil Keputusan. Mengetahui adanya jalan keselamatan dan segala keindahan keadaan orang yang telah bertobat dan percaya tidak menjadikan seseorang secara otomatis diselamatkan. Melainkan mengambil keputusan untuk melangkahkan kaki ke jalan itu baru bisa memperoleh keselamatan. Mengetahui adanya makanan yang lezat tidak membuat seseorang menjadi kenyang, melainkan mengambil keputusan untuk memakan makanan itu.
Ketahuilah bahwa Yesus telah menanggung dosamu sebelum engkau lahir. Kini setelah anda mengetahuinya anda hanya diminta untuk melakukan satu hal, yaitu dengan iman menyerahkan dosa anda kepadanya dengan mengaku bahwa anda adalah orang berdosa dan menyatakan menyambut kebaikan hatinya menggantikan anda menerima penghukuman.
Alkitab berkata bahwa semua itu dilakukan dengan iman, bukan dengan kekuatan kita. Keselamatan itu anugerah Allah yang telah Tuhan Yesus kerjakan untuk kita. Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah. Efesus 2:8.
Maukah anda dengan iman mengatakan bahwa: Anda adalah orang berdosa dan anda berterima kasih kepada Yesus yang telah menggantikan anda? Sangat sederhana, namun keputusan ini sangat penting. Keputusan ini akan menentukan kepastian keselamatan jiwa anda.
Ucapkanlah! Yesus, saya mengaku bahwa saya seorang berdosa. Terima kasih atas pengorbananmu di kayu salib. Saya menyambutMu sebagai Juruselamat saya. Amin.

0 komentar:

Poskan Komentar